Lapor, sore ini aku bisa juga makan makanan mewah, yang sejak beberapa terakhir ini jadi primadona, jadi bahasan secara nasional, sampai Presiden Yudhoyono turun tangan, mengurusi komoditas yang satu ini.
Ternyata, enak juga makan makanan yang tadinya nyaris terlupakan, atau disepelekan, karena kalah pamor oleh makanan yang dianggap mewah. Terasa enak setelah banyak dicari orang, karena harganya meroket, mengakibatkan kelangkaan produksi.
Meski cuma satu potong, aku nikmati makanan mewah ini dengan khidmat, bersama menu lainnya yang biasa aku pesan di warung tegal yang masakannya terkenal nikmat (setidaknya bagi warga kantor kami).
Katanya, harganya sedikit naik, dari Rp 500 menjadi Rp 750 per potongnya. Lho kok makanan mewah harganya murah banget? Ya, karena ini makanan rakyat yang sederhana, namun kaya akan protein nabati.
Biar katanya harganya sudah naik, tapi kok sepiring nasi plus lauk-pauknya itu harganya tetep saja Rp 4.500!
O ya, nama makanan mewah itu, tempe.