Posted by Tian on May 13, '08 2:19 AM for everyone

"Loh, lampu kamar mandinya kok kamu matikan?" tanya seorang teman kantor, ketika suatu maghrib aku keluar dari kamar mandi mushalla di kantor.

"Sudah kebiasaan di rumah," jawabku spontan.

Mematikan lampu sehabis ruangannya dipake, terbilang pekerjaan sederhana. Istilahnya, anak balita pun bisa melakukannya. Tapi justru yang sederhana itu tidaklah mudah untuk diaplikasikan.

Mematikan lampu yang tak terpakai terbilang pengiritan listrik, betapa pun kecilnya. Di Indonesia, listrik sebagian besar masih menggunakan bahan bakar fosil alias minyak bumi. Dan minyak bumi itu tergolong sumberdaya alam tidak bisa diperbarui. Kalau SDA ini lekas habis, bagaimana jadinya anak cucu kita? Think global dong.

* * *

Sekarang ini, orang-orang di kampungku dan kampung-kampung lainnya di seputaran Jabodetabek, sudah akrab dengan gergaji mesin (chain saw) --yang jadi "monster" bagi kelestarian lingkungan, khususnya hutan.

Pasalnya, gergaji bertenaga mesin dua tak ini begitu membantu pekerjaan mereka. Mulai dari menebang pohon di kebun, sampai "menyulap" batangan pohon --khususnya batang pohon nangka-- menjadi potongan-potongan kayu untuk talenan (alas untuk memotong). Dengan gergaji mesin, bikin talenan, bisa dilakukan sendiri, dalam hitungan menit, langsung jadi.

Tapi... di balik kemudahan ada kerusakan. Kebun, dengan gampang "diratakan" menjadi lahan kosong, yang kemudian dijual pada orang-orang kota (Jakarta). Sering terjadi, kebun yang ditumbuhi pepohonan yang rimbun, dijual (biasanya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pemiliknya), dan pohon-pohonnya "dibantai" dulu.

Meski kebun itu milik sendiri, seandainya mereka menyadari, kalau pohon-pohon itu dibiarkan apa adanya. Karena sebagai penyuplai oksigen (O2), pohon-pohon itu jelas diperlukan mahluk hidup di dunia ini. Kalau setiap pemilik kebun menebangi pohon-pohonnya, apa jadinya dunia? Think global dong.

Mungkin, postingan ini terkesan seperti "anjing menggonggong" (kafilahnya terus berlalu). Tapi paling tidak, dengan terus menerus disosialisasikan, dan memulainya dari lingkungan terkecil kita, secara tidak langsung kita sudah "menyelamatkan dunia". Think globally, act locally.   


44 CommentsChronological   Reverse   Threaded
udintpi wrote on May 13
"Sudah kebiasaan di rumah,"
aku juga sedang membiasakan anak-2 di rumah hemat energi.
awalnya agak susah nyambung ke anak soal isu ini, tapi belakangan mrk juga kerap mengingatkan jika kita lupa.
ti2n wrote on May 13
setuju... mari mulai dari diri kita sendiri walaupun itu kecil :)
evanda2 wrote on May 13
kalo hemat energi jg aku slalu terapin di rumah, biar hemat biaya listrik juga kan....
reipras94 wrote on May 13
setiap malam di rumah lampu yg nyala hanya yg ada di ruang keluarga dan teras saja, lainnya mati/nyala hanya saat diperlukan saja....
hemat listrik hemat biaya.....
yayansuyanto wrote on May 13
Rindu dengan banyaknya pohon-pohon buah di pinggiran Jakarta dulu saat tahun 70-an...
tianarief wrote on May 13
udintpi said
aku juga sedang membiasakan anak-2 di rumah hemat energi.
ayah teladan. :)
tianarief wrote on May 13
ti2n said
setuju... mari mulai dari diri kita sendiri walaupun itu kecil :)
marii! :)
tianarief wrote on May 13
evanda2 said
kalo hemat energi jg aku slalu terapin di rumah, biar hemat biaya listrik juga kan....
betul. hemat biaya tagihan listrik, hemat uang bulanan. :)
tianarief wrote on May 13
setiap malam di rumah lampu yg nyala hanya yg ada di ruang keluarga dan teras saja, lainnya mati/nyala hanya saat diperlukan saja....
hemat listrik hemat biaya.....
hemat listrik hemat energi. hemat energi, hemat biaya. hemat biaya... kita lekas kaya! :))
tianarief wrote on May 13
Rindu dengan banyaknya pohon-pohon buah di pinggiran Jakarta dulu saat tahun 70-an...
pohon sekarang juga masih banyak sih. tapi jadi miris, melihat dari ke hari, pohon-pohon di kampung-kampung terus ditebangi (dijadikan duit).
myshant wrote on May 13
kalo' gak matiin lampu/alat listrik suka dikritik iyog"Ma, hemat energi dong!!"
gara2 disekolahnya lagi belajar tentang energi dan cara hemat energi ...hihihi
tianarief wrote on May 13
myshant said
kalo' gak matiin lampu/alat listrik suka dikritik iyog"Ma, hemat energi dong!!"
gara2 disekolahnya lagi belajar tentang energi dan cara hemat energi ...hihihi
hihi. iyog pinter. :)
maniapasta wrote on May 13
Alhamdulillah, udah biasa juga hemat listrik. Termasuk ga pake AC, walopun panasnya kayak di oven *padahal mah emang ga mampu beli AC, hihihi*
reipras94 wrote on May 13
kita lekas kaya! :))
bisa minang ceu mumun.......:D
daffari wrote on May 13
Tapi justru yang sederhana itu tidaklah mudah untuk diaplikasikan.
bener banget neh om...
rauffy wrote on May 13
bisa minang ceu mumun.......:D
mas eko, ceu mumun apa teh selly ??

maap OOT mas tian
hihihihi
tianarief wrote on May 13
Termasuk ga pake AC
wah, kalo ini tentu saja diterapkan di rumah. tanpa ac, udaranya sudah adem. bogor gitu loh! :P
thetrueideas wrote on May 13
Think globally, act locally
- - - -
nggak nahan ama slogannya :)
tianarief wrote on May 13, edited on May 13
bisa minang ceu mumun.......:D
ah, ceu mumun man cetek, kalo sudah kaya mah. lirik-lirik mang jaja, ato nona mer. :P
shrie wrote on May 13
Waduh aku paling bawel masalah mati mematikan lampu :D.
tianarief wrote on May 13
daffari said
bener banget neh om...
tianarief wrote on May 13
rauffy said
mas eko, ceu mumun apa teh selly ??

maap OOT mas tian
hihihihi
gpp. santai aja. :)
tianarief wrote on May 13
nggak nahan ama slogannya :)
mudah-mudahan bukan gak nahan pengen muntah. :))
tianarief wrote on May 13
shrie said
Waduh aku paling bawel masalah mati mematikan lampu :D.
wah, hebat. :)
reipras94 wrote on May 13
rauffy said
mas eko, ceu mumun apa teh selly ??
pengen punya ceu mumun biar bisa ngangkut neng selly.....:D

sekarang neng selly ada di Rodalink loh dengan harga yg lebih reasonable...

OT maap OOT juga.....xixixixixixixiiiiiiiii
pksjakselorid wrote on May 13
bikin taman pot aja pak,,,, :D
rauffy wrote on May 13
sekarang neng selly ada di Rodalink loh dengan harga yg lebih reasonable...
sok lah segera dilamar.....nunggu ceu mumun-nya dulu kelamaann...
tianarief wrote on May 13
OT maap OOT juga.....xixixixixixixiiiiiiiii
gpp. neng selly, bukan yang ini kan?
myhaura wrote on May 13
kalo yang rajin ngingetin berhemat2 di rumah itu papanya Haura, persis mas tian :)
tianarief wrote on May 13
bikin taman pot aja pak,,,, :D
taman pot cocok sekali diaplikasikan di perkotaan yang minim lahan pak. tapi kalau di tempat saya, yang terdapat banyak "lahan tidur", tanam langsung ke tanah. aku mulai dengan menanam tanaman keras di mana pun, meski bibitnya masih kecil-kecil. :)
tianarief wrote on May 13
myhaura said
papanya Haura, persis mas tian :)
oh bangganya. berarti saya tergolong pakar juga? ;)
rauffy wrote on May 13
neng selly, bukan yang ini kan?
bukan kang tian...
neng selly yg bodynya putih pastinyaaa....hihihih
tianarief wrote on May 13
rauffy said
neng selly yg bodynya putih pastinyaaa....
wah, jangan-jangan... yang ini. :P
reipras94 wrote on May 13
rauffy said
sok lah segera dilamar.....nunggu ceu mumun-nya dulu kelamaann
siippp...apalagi ada opsi lewat koperasi kantor......:D
xixixixixixixixixiiiiiiiiiiiiiii
irmawan wrote on May 13
kompie, TV, charger HP stand by/tertancap di socket juga kontribusi lo Kang.
1 watt x sejuta HP kan lumayan :-p

*cabut charger aaah* :))
tianarief wrote on May 13
irmawan said
kompie, TV, charger HP stand by/tertancap di socket juga kontribusi lo Kang.
1 watt x sejuta HP kan lumayan :-p

*cabut charger aaah* :))
kecuali kulkas, tentu saja. kalo dicabut colokannya, makanan bisa pada basi. :))
binmustafa wrote on May 13
setuju..wah dapet ilmu baru nih..TFS kang
tianarief wrote on May 13
setuju..wah dapet ilmu baru nih..TFS kang
sama-sama, mas. :)
hannyks wrote on May 13
Mematikan lampu sehabis ruangannya dipake, terbilang pekerjaan sederhana. Istilahnya, anak balita pun bisa melakukannya. Tapi justru yang sederhana itu tidaklah mudah untuk diaplikasikan.
ga usah jauh2 pak, dirumah aku dan suami kaya psangan buka tutup. aku hobi nutup semua benda2 yg terbuka ato lampu yg menyala eehhh... suamiku dgn enaknya nyalain lampu lupa dimatiin, buka lemari or pintu lupa ditutup juga!! gmn ya?
andhiny wrote on May 13
Back to your previous theme, mas Tian? What happened to you silly diary?:-D
maimon wrote on May 13
Iya, dari yang kecil Mak Tian.
Semoga Allah merahmati Mak Tian dan keluarga untuk bibit-bibit pohon keras itu. Saat dia memberikan faedah (O2 minimal....buahnya jika sudah besar) semoga kasih sayang Allah selalu menemani keluarga Mak Tian. Amin.
Semoga O2 yang dihasilkan pohon kecil-kecil itu menjadi berkah untuk sejuknya rumah Mak Tian. Mawaddah wa rahmah. Amin
tianarief wrote on May 13
hannyks said
aku dan suami kaya psangan buka tutup
semoga tidak ditafsirkan macam-macam. :)) *ups, sorry* :P
tianarief wrote on May 13
andhiny said
What happened to you silly diary?:-D
nothing happen. everything is going fine. :)
tianarief wrote on May 13, edited on May 13
maimon said
Iya, dari yang kecil Mak Tian.
Semoga Allah merahmati Mak Tian dan keluarga untuk bibit-bibit pohon keras itu. Saat dia memberikan faedah (O2 minimal....buahnya jika sudah besar) semoga kasih sayang Allah selalu menemani keluarga Mak Tian. Amin.
Semoga O2 yang dihasilkan pohon kecil-kecil itu menjadi berkah untuk sejuknya rumah Mak Tian. Mawaddah wa rahmah. Amin
amin. etek baik sekali mendo'akan aku dan keluargaku berkali-kali. syukron. jazakillah. memang, bibit tanaman keras itu tidak ditanam di tanah sendiri, melainkan di mana saja, di setiap lahan kosong. kalau pun pemiliknya tak berkenan (menebangnya), aku sudah siap dengan resiko itu.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help