Posted by Tian on Feb 2, '07 2:00 AM for everyone

Jum'atan pun berbanjir-banjir dulu.

Waktu menunjukkan pukul 11.45 wib. Tapi orang-orang di kantorku, termasuk aku, belum juga berangkat jum'atan ke masjid. Pasalnya, hujan masih deras, dan genangan air (banjir) di jalan depan hingga halaman kantor, belum juga surut.

Akhirnya pendapat terbagi dua. Sebagian mendukung jum'atan diganti shalat dzuhur, sebagian lagi tetap jum'atan, dengan menempuh hujan dan genangan banjir.

Aku ikut yang pergi ke masjid, meski harus menyingsingkan celana panjangku. Ternyata, lumayan, air sampai lutut. Jadi, dengan memegangi lipatan celana panjang hingga di atas lutut, selamatlah celana panjangku dari jilatan air kecoklatan yang dingin itu.

Di masjid, jamaah jauh berkurang dari biasanya. Ditaksir, tinggal sekitar 3/4 dari kapasitas masjid. Maklum, banjir di mana-mana. Mungkin banyak orang yang mengalami halangan di jalan.

* * *

Berbanjir-banjir ini, mengingatkanku ke masa puluhan tahun silam. Waktu itu, aku masih duduk di sebuah SD negeri di Majalaya, Kabupaten Bandung. Meski SD-ku favorit untuk ukuran kotaku, SD-ku itu langganan kebanjiran.

Maklum, lokasinya persis di pinggir sungai selebar 10 meter. Sungai yang terus mengalami pendangkalan oleh lumpur dan sampah-sampah itu pun rajin mengirimkan sebagian debit airnya ke halaman, bahkan kelas-kelas di sekolahku.

Acara rutin jam belajar di waktu banjir pun berganti jadi bersih-bersih. Memindahkan air dari kelas ke luar, dan mengepel lantai.

Nah, banjir tadi siang di kantorku sudah mencapai tangga pertama menuju lobi. Pos Satpam pun sudah terendam lantainya. Syukurlah, menjelang sore ini banjir mulai surut. Jadinya, kalau pulang nanti, kendaraan bisa lewat dengan aman meninggalkan kantor.  

 


19 CommentsChronological   Reverse   Threaded
menhariq wrote on Feb 2, '07
met akhir pekan, mas tian..

mampir dulu ke tebet? :D
tianarief wrote on Feb 2, '07
makasih riq. kapan-kapan deh, kalo kehausan selagi jalan lewat tebet. :)

*eh, waktu itu gatra jadi wawancara nggak?
menhariq wrote on Feb 2, '07
ga ada yang wawancarain aku tuh.. mungkin gatra tau kali aku lagi cuti (dari MP) :p
tianarief wrote on Feb 2, '07
hehehe. belum jodohnya kali. mungkin lain waktu. :D
familiedyka wrote on Feb 2, '07
waduhh..kayanya memang serius banget ya mas tian banjirnya?
tianarief wrote on Feb 2, '07
waduhh..kayanya memang serius banget ya mas tian banjirnya?
betul, mbak. itu baru banjir lokal di kalibata, akibat meluapnya selokan kecil (lebar 1 meter). belum lagi banjir akibat meluapnya kali ciliwung, seperti di pejaten timur, bidara cina, dan kp melayu. di sana, rumah-rumah sampai tenggelam. :(
femmedejava wrote on Feb 2, '07
aduh, gubernur DKI dan para anggota DPR itu bisanya apa sih, ga becus amat....
mvlia wrote on Feb 2, '07
aku jd kangen berbanjir2 nh... asal bukan yg banjir bandang..hehe
ciput wrote on Feb 2, '07
waduhh..kayanya memang serius banget ya mas tian banjirnya?
tianarief wrote on Feb 2, '07
aduh, gubernur DKI dan para anggota DPR itu bisanya apa sih, ga becus amat....
banjir besar di jakarta itu sudah jadi "tamu tetap" (siklus 5-6 tahunan). seharusnya tuan rumah lebih siap "menerima tamu" tak diundang tsb. :D
tianarief wrote on Feb 2, '07
mvlia said
aku jd kangen berbanjir2 nh... asal bukan yg banjir bandang..hehe
datang aja ke jakarta, sekalian jadi relawan. :D
iniaku wrote on Feb 2, '07
herannya pemkot DKI kok gak pernah belajar dari pengalaman ya? sptnya banjir dianggap langganan yang tak bisa ditolak, jadi gak ada tindakan preventif sama sekali :(
tianarief wrote on Feb 2, '07
iniaku said
herannya pemkot DKI kok gak pernah belajar dari pengalaman ya? sptnya banjir dianggap langganan yang tak bisa ditolak, jadi gak ada tindakan preventif sama sekali :(
ada sih, tapi tampaknya jangka panjang. pembangunan banjir kanal timur, yang hingga kini belum selesai dan belum nyambung satu sama lain. jadinya, luapan kali cipinang dan sunter tak bisa ditahannya.
ti2n wrote on Feb 2, '07
smoga kantornya ngga kebanjiran Mas...
abikover wrote on Feb 2, '07
hihih...kalo dimesir sini umum org bikin sholat jumatan dimanapun,asal udah banyak ngumpul jamaahnya,bisa diterminal,dijalan,ditaman bermain juga bisa....
myhaura wrote on Feb 4, '07
Alhamdulillah kantornya masih aman sentosa ya Mas :)
tianarief wrote on Feb 5, '07
ti2n said
smoga kantornya ngga kebanjiran Mas...
amin. kemarin nggak sampe masuk, karena tangga lobinya cukup tinggi (ada 5 tangga). banjir hanya sampe ke tangga 1. :)
tianarief wrote on Feb 5, '07
hihih...kalo dimesir sini umum org bikin sholat jumatan dimanapun,asal udah banyak ngumpul jamaahnya,
kami sempat berdebat dulu. katanya, sunnahnya harus 40 orang dulu terkumpul. (jumlah karyawan yang mau jumatan hanya 10-an orang). lalu wacana bergeser lagi, sebagian mengusulkan diganti shalat dzuhur aja. tapi setelah dipikir-pikir, jarak masjid nggak jauh, dan hanya perlu menyeberang banjir di depan kantor. :)
tianarief wrote on Feb 5, '07
myhaura said
Alhamdulillah kantornya masih aman sentosa ya Mas :)
iya. alhamdulillah. hanya saja perjalanan menuju kantornya harus berhati-hati, karena sering terhadang hujan besar, dan banjir besar. :D
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help