Posted by Tian on Sep 23, '06 11:21 AM for everyone
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Ahmad Rofi' Usmani
Penerbit : Mizan, 2006
Jumlah halaman : 217


Suatu malam di bulan Ramadhan, Umar bin Al-Khathab, yang saat itu memegang tampuk pemerintahan, mendapati orang-orang sedang melaksanakan shalat dalam pelbagai kelompok. Ada yang melaksanakan shalat sunnah sendirian, ada pula kelompok yang melaksanakannya secara berjamaah.

Melihat hal tersebut, Khalifah yang juga mertua Rasulullah Saw itu berkata kepada Abdurrahman Al-Qari. "Wahai Abdurrahman! Menurutku, lebih baik orang-orang itu disuruh berkumpul dan bershalat bersama dengan seorang imam." Maka, mereka pun shalat berjamaah.

Beberapa malam kemudian, Umar bin Al-Khathab datang kembali ke Masjid Nabawi bersama beberapa sahabat. Melihat orang-orang sedang melaksanakan shalat tarawih berjamaah, Khalifah pun berkata, "Inilah bid'ah yang terbaik. Tapi, shalat yang belum mereka lakukan selepas tidur, tetap lebih baik ketimbang shalat yang sedang mereka laksanakan itu.

Demikian cuplikan salah satu kisah berdasar hadis Rasulullah Saw, pada buku Teladan Indah Rasulullah dalam Ibadah yang disusun Ahmad Rofi' Usmani. Di bagian lain, alumnus program Pascasarjana Bidang Sejarah dan Kebudayaan University of Cairo, Mesir, ini juga mengisahkan dialog Rasulullah Saw --sebagaimana disampaikan istri beliau, 'Aisyah R.A.-- dengan seseorang yang gelisah karena berpuasa dalam keadaan junub (belum mandi besar sehabis bersetubuh dengan istrinya).

"Wahai sahabatku, engkau tak usah gelisah. Aku pun pernah mengalami kejadian serupa. Engkau tak usah ragu, puasamu tidak batal. Aku saat itu tetap berpuasa meski dalam keadaan junub," jawab Rasulullah Saw, sambil tersenyum.

Selain kisah seputar bulan Ramadhan, buku ini juga memuat hampir 100 kisah peribadatan Muhammad Rasulullah Saw, yang ditulis secara indah, terbagi dalam empat kelompok, masing-masing Kisah-kisah seputar Shalat, Kisah-kisah seputar Puasa, Kisah-kisah seputar Zakat, Infak, dan Sedekah, dan Kisah-kisah seputar Haji dan Umrah.

Mulanya Ahmad Rofi', sebagaimana disampaikannya dalam Prakata buku ini, sama sekali tak memiliki ide menyusun buku yang berkaitan dengan kehidupan Nabi Muhammad Saw. Namun, saat ia menyunting sebuah biografi Nabi Muhammad Saw yang disusun penulis Monako Jean Prieur, dengan judul Muhammad: Prophete d'Orient et d'Occident, Ahmad Rofi', yang menulis dan menerjemahkan berbagai karya, antara lain Tokoh-tokoh Muslim yang Mengukir Zaman, Muhammad Nabi Barat dan Timur, dan Membedah Pemikiran Islam ini baru tergerak untuk menyusun sebuah buku yang berkaitan dengan Rasulullah Saw.

Pria yang fasih berbahas Prancis ini beralasan, teladan-teladan indah Rasulullah Saw --melalui Sunnahnya-- tak jarang dilewatkan tanpa perenungan dan pemaknaan yang dalam. Ribuan hadis yang mengajarkan teladan-teladan indah Rasulullah Saw, masih tertimbun dalam tumpukan kitab hadis yang jarang dijamah.

Melalui penelaahan mendalam atas pelbagai kitab kumpulan hadis, Ahmad Rofi' menyajikan kisah-kisah teladan ibadah Rasulullah, utamanya Rukun Islam. Kisah-kisah ini ditampilkan secara komprehensif; dengan menyebutkan konteks sosial historisnya, sehingga layak dijadikan rujukan dalam amaliah ibadah kita, karena sumbernya jelas: hadis-hadis Rasulullah Saw.

Alumnus Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta yang pernah melanglang buana ini mengemas kisah-kisah Nabi sedemikian rupa, seolah sedang membaca sebuah cerita ringan --namun sarat makna-- tanpa harus direpotkan dengan kutipan hadis Nabi dan catatan kaki, sebagaimana lazimnya buku-buku agama. Mereka yang ingin melihat rujukan aslinya, bisa melihatnya pada daftar rujukan di akhir buku ini.

Teladan Indah Rasulullah dalam Ibadah, bacaan yang bermanfaat untuk mengisi saat ngabuburit (menunggu waktu buka) Anda di bulan Ramadhan ini. Tian Arief

fiaz wrote on Sep 23, '06
Mas Tian, jadi minat beli bukuya cuman jauh oy ...
iniaku wrote on Sep 23, '06
iya pengen beli juga bukunya... kapan ya?
ardho wrote on Sep 23, '06
Kalo Nabi Muhammad SAW memiliki teladan sebaik itu.. kenapa skrg umat2nya malah kayak salah jurusan ya? :(
maryamilyas wrote on Sep 23, '06
dengan seseorang yang gelisah karena berpuasa dalam keadaan junub (belum mandi besar sehabis bersetubuh dengan istrinya).
Keknya bagus.
Tapi, kalau sampai siang belum mandi junub, subuhnya kelewat dong (kan nggak mungkin dilakukan sesudah subuh, wong lagi puasa). Dan kalau subuh kelewat, puasanya apa masih sah?
maryamilyas wrote on Sep 23, '06
ardho said
Kalo Nabi Muhammad SAW memiliki teladan sebaik itu.. kenapa skrg umat2nya malah kayak salah jurusan ya? :(
Nabi Muhammad saw MEMANG memiliki teladan yang sangat baik. Yang salah jurusan, imho, ya karena nggak ngikutin teladannya. Jangan dicampur -adukkan...

tianarief wrote on Sep 23, '06
Tapi, kalau sampai siang belum mandi junub, subuhnya kelewat dong
mungkin yang dimaksud, sesaat begitu masuk subuh (permulaan puasa) belum mandi juga. shalat subuh ya tetap harus dilaksanakan pada waktunya.
maryamilyas wrote on Sep 23, '06
mungkin yang dimaksud, sesaat begitu masuk subuh (permulaan puasa) belum mandi juga.
Oo, kalau ini aku inget memang pernah dilakukan Rasulullah saw. Beliau terbangun di waktu Subuh dalam keadaan junub (di bln Ramadan), lalu mandi junub, shalat, dan terus berpuasa.
ardho wrote on Sep 24, '06
Nabi Muhammad saw MEMANG memiliki teladan yang sangat baik. Yang salah jurusan, imho, ya karena nggak ngikutin teladannya. Jangan dicampur -adukkan...
ya iya.. makanya.. :D saya gak nyampur adukin.. cuman.. kenapa banyak yg salah jurusan.. itu yg buat saya sedih.. :(
maryamilyas wrote on Sep 25, '06
ardho said
kenapa banyak yg salah jurusan.. itu yg buat saya sedih.. :(
Iya, prihatin memang...
Kita doakan aja Mas, biar yang salah jurusan balik kembali mengikuti Qur'an dan hadits. Kalau bisa, malah kita tunjukin jalan...
Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help