Sekarang tampaknya kita memasuki kemarau yang benar-benar kering (tak hujan lagi). Terasa sekali, jalan jadi berdebu, tanah pun mengering. Mudah-mudahan, sumur kami tak turut kering, hingga hujan turun lagi.
Tadi pagi, aku melihat tetangga menyiram jalan berdebu dengan air sumur pompa. Dengan selang yang panjang, tetanggaku itu membasahi jalanan dengan air tanah. Nggak apa-apa sih, tapi rasanya sayang. Soalnya di depan rumah, ada selokan yang biasa digunakan istriku untuk menyiram jalan dan tanaman.
Memang itulah yang sering dilakukannya. Air bersih dari sumur (air tanah) hanya digunakan untuk MCK (mandi, cuci, kakus). Sedangkan air permukaan (air selokan), dan juga air limbah dari cucian, digunakan untuk menyiram tanaman.
Pembagiannya begini:
* Air selokan depan rumah untuk menyiram tanaman di pinggir jalan atau halaman depan
* Air limbah cuci beras, dll, digunakan untuk menyiram tanaman di halaman belakang
* Air sabun bekas cuci baju, digunakan untuk mengepel lantai, menyikat lantai dan wc di kamar mandi, menyikat bersih lantai semen halaman depan, yang sering diberaki ayam (antisipasi penularan flu burung), atau kadang-kadang digunakan untuk mencuci motor
Lumayan menghemat air kan? Bagaimana dengan anda?