Di tiga kaset terbaru, masing-masing kelompok musik GIGI, Dewi Dewi, dan penyanyi remaja Sherina, aku menemukan kata "merubah" pada salah satu syair lagu mereka. Kedengarannya sekilas sih tak ada yang keliru dengan kata itu.
Sebenarnya, kata merubah ini bisa membingungkan. Coba saja kita bedah. me sebagai awalan, dan rubah sebagai kata dasarnya. Tapi ini bisa diartikan, "menjadi rubah".
Padahal yang dimaksud kan bukan itu. Yang benar adalah mengubah (dengan me sebagai awalan, dan ubah sebagai kata dasar). Nah, kalau kata "berubah" memang tidak rancu, karena kata dasarnya ubah, ditambah awalan ber.
Soal penggunaan bahasa rancu "merubah" ini, terus terang, belum lama ini saya lakukan. Sekitar tahun 2000, redaktur saya, waktu saya masih bekerja di sebuah harian, Arief Tritura (halo Arief, di manakah kau berada sekarang?
) mengingatkanku akan kesalahan penggunaan kata "merubah" ini. Dan teringatlah sampai sekarang.
Juga soal penggunaan sisipan untuk kata satu suku kata, seperti bom, pel, bor, terus terang juga, aku diingatkan oleh Ira Koesno --mantan anchor alias presenter SCTV yang beken. Di sebuah forum diskusi bahasa, ia mengatakan bahwa kata "bom" kalau dijadikan kata kerja menjadi "pengeboman", bukan "pemboman". Demikian pula dengan pel (pengepelan), dan bor (pengeboran) --diberi sisipan nge.
Ah, sebenarnya sih, belajar bisa dari siapa saja. Termasuk dari anda semua.