Tian's posts with tag: ban irc

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag ban irc
Posted by Tian on Nov 22, '06 10:45 PM for everyone

Orang bilang, ada harga, ada mutu. Itu berlaku umum untuk semua barang, bahwa semakin mahal, semakin berkualitas barang itu.

Tapi bagiku ada satu kekecualian; dalam soal ban. Untuk ban motor pemakaian harian, IRC (Indonesia Rubber Company) terbilang paling top. Katanya, ban produksi PT Gajah Tunggal itu paling tahan lama, dan harganya pun paling mahal (tapi jangan bandingkan dengan harga ban impor atau ban untuk kompetisi). Kualitas ban yang harganya di bawah IRC, dipastikan lebih rendah.

Tunggu dulu! Bagi (motor)ku justru itu tidak berlaku. Sebab, percaya atau tidak, setiap pakai ban IRC, ada saja masalah.

Terakhir, Rabu malam (22/11), waktu pulang dari kantor. Sekitar pukul 20.30 wib, saat melewati jalan kampung yang gelap di Sasakpanjang, ban belakang motorku mendadak kempes. Ternyata paku ukuran 1,5 cm yang menancap di ban, jadi biang keladinya.

Setelah diperiksa tukang tambal ban --sekitar 300 meter dari TKP--  ternyata ban dalam IRC-ku, yang masih baru dan bebas tambalan, mengalami bocor di berbagai sisi. Ada kira-kira 4-5 lubang bekas paku, yang menyebabkan air untuk mengetes kebocoran berbuih di beberapa bagian ban dalam itu.

Karena tak memungkinkan dipertahankan, ban dalam ukuran 2.25-2.50-17 itu pun diganti. Cukup yang murah saja (harga versi bengkel pinggir jalan, Rp 15.000). Mereknya Cosmo (macam majalah saja!). Insya Allah lebih tahan lama, karena yang sudah-sudah pun begitu.

Pengalaman sebelumnya dengan ban IRC;

- Ban belakang IRC (dalam dan luar) yang masih baru, terkena paku di daerah Karet, Jakarta. Tak tanggung-tanggung, ban baru itu mengalami 4 tambalan sekaligus!

- Di lain waktu, ban belakang IRC yang masih baru, meledak setelah ditambah angin. Karena ban luar mengalami robekan, ban tidak bisa dipakai lagi.

- Ban depan IRC motorku juga pernah mengalami "bunting" (akibat jalinan benang dalam ban yang koyak). Mungkin tidak tahan menahan beban tekanan angin. Meski kembangannya masih bagus, terpaksa itu ban dipensiunkan.

- Rata-rata ban IRC-ku mengalami kebocoran ban lebih sering dibanding merek ban yang lebih murah. Entah kenapa.  

* Sekarang ban depan-belakang motorku sama-sama memakai merek Aspira, yang harganya jauh lebih murah dari IRC. Ban depan (dengan ban dalam yang murah, merek tak terkenal); sekitar satu tahun pemakaian tak pernah bocor. Ban belakang, dengan merek dan kembangan yang sama; Aspira, mengalami kebocoran setelah 8 bulanan pemakaian. Ban dalam IRC-nya dipensiunkan (cerita di atas), karena terlalu banyak lubang.

Ban murah? Siapa takut!  Bagaimana pengalaman Anda?

Catatan: ini pengalaman pribadi belaka. Tak ada pesan sponsor. Tak ada niatan mendiskreditkan satu merek tertentu, atau menyarankan untuk tidak memakai ban merek tertentu.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help