Mak Enoy bukanlah siapa-siapa. Ia adalah warga senior Kota Bandung yang tinggal di Jalan Dago Pojok, Bandung Utara. Kegiatan rutinnya setiap hari setelah sholat subuh adalah menyapu jalanan dengan sapu lidi, dan beberapa halaman rumah tetangganya, tanpa berharap upah atau balas jasa lainnya.
Dia juga melakukan pemilahan sampah basah dan ranting-ranting daun dari kertas, plastik, dan kaleng. Plastik, dan kertas bekas itu ia siapkan di tempat tertentu, agar pada saatnya bisa diambil pemulung.
Duh, seandainya ada seribu, atau sejuta Mak Enoy di Bandung, dan kota-kota lainnya di Indonesia.
Jangan dibakar
Sementara itu, Prof. Otto Sumarwoto menyatakan ketidaksetujuannya jika sampah di Kota Bandung dibakar, karena akan menimbulkan masalah baru: pencemaran udara. Apalagi letak Bandung yang berada di cekungan bekas danau purba.
Pakar lingkungan itu, dalam pertemuan yang disponsori The Bandung Heritage, di Hotel Panghegar Bandung (13/6) itu --sebagaimana ditulis Memet H. Hamdan dalam artikelnya-- beralasan bahwa sampah yang dibakar akan jadi dioksin yang tidak bagus dihirup manusia, juga akan membuat sampah menjadi limbah buangan, bukan sumber daya olahan.
Untuk itu ia mengusulkan agar setelah dipilah antara sampah organik dan non-organik, sampah itu dijadikan kompos yang bermanfaat untuk pertanian.
Sejalan dengan Prof Otto, Prof. Sobirin, seorang praktisi lingkungan, menawarkan alternatif menarik. Untuk pengolahan di tingkat rumahtangga, cukup menggunakan alat bantu karung plastik dan ember bekas.
Sobirin memperlihatkan tanaman padi yang ditanam pada pot dan menggunakan kompos produksinya sendiri untuk pemupukannya. Pada skala yang lebih besar, menurut Sobirin, penggunaan kompos untuk areal sawah 1 hektare, bisa menghasilkan panen 9,5 ton gabah.
Bandung sudah divonis sebagai salah satu kota metropolitan terkotor di Indonesia. Bahkan Wapres Yusuf Kalla mengajak kita untuk tertawa. Ir. Achmad Setjadipradja, pakar teknik penyehatan mengingatkan bahwa sampah Kota Bandung menumpuk sebanyak 650.000 m3. Kalau diilustrasikan, apabila dibariskan di jalan raya akan menumpuk dari Cibeureum (batas barat Kota Bandung) sampai ke Ujungberung (batas timur) setinggi 7 meter. Luar biasa!
image