Tian's posts with tag: bangsa ramah

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bangsa ramah
Posted by Tian on Jun 14, '06 12:55 AM for everyone

Terinspirasi jurnal Mas Ciput dan Kak Wiwit.

Peribahasa mengatakan: "Kalau mau menilai perilaku sebuah bangsa, lihat perilaku mereka berlalulintas." Sudahkah orang Indonesia yang katanya ramah-ramah, juga ramah di jalan raya (contoh kasus, Jakarta)?

* Lampu lalulintas. Saat akan menyala merah, kendaraan berebut memanfaatkan waktu yang tinggal detikan itu, dengan memacu kendaraannya. Siapa tau masih bisa lewat. Kalau ternyata terlanjur merah, diserobot terus (tanggung sih), atau direm mendadak (yang meleng, atau remnya gak pakem, salah sendiri).   

Tapi begitu lampu kuning, belum lagi hijau, serempak terdengar koor klakson. Makin kenceng klaksonnya, makin sip!

* Larangan berhenti/parkir (letter S atau P). Bukannya jalan terus, kendaraan (umum) malah ngetem menunggu penumpang. Begitu pula kendaraan pribadi. Berhubung abang parkir (swasta) membolehkan parkir di sana, ya parkirlah. Perkara kendaraan macet di belakangnya, gara-gara arusnya terhambat pantat mobil itu, ya bukan urusan kita!

* Jalur jalan. Jalur jalan (garis putus-putus atau garis penuh) dibikin sebagai pemisah, bahwa jalur antrian yang ini di sini, yang satu lagi di sana. Kalau ada dua jalur, berarti ada dua antrian. Ini bisa tiga, bahkan empat (sepanjang bodi kendaraan masuk di badan jalan, kalau perlu naik ke trotoar).

* Trotoar. Aslinya buat pejalan kaki. Kini beralih fungsi, kalau bukan buat pedagang mangkal, ya buat sepeda motor meloloskan diri dari kemacetan. Korbannya: teman saya sendiri, wartawan Republika, yang digebuki dua oknum berseragam tentara sampai setengah hidup. "Kesalahannya" sepele, berjalan di trotoar, saat motornya mau lewat trotoar.

* Mogok. Tak seorang pun ingin kendaraannya mogok. Tapi kalau itu terjadi, siap-siap stres deh. Raungan klakson yang ganas akan mendera telinga. Bukannya menolong meminggirkan kendaraannya (salut juga buat pak polisi yang suka turut mendorong kendaraan mogok tanpa imbalan).   

* Prioritas jalan. Seharusnya buat kendaraan yang berjalan di jalan utama (atau kelas jalan yang lebih tinggi) -kecuali kalangan "tertentu" yang diatur UU Lalulintas. Kenyataannya, siapa yang duluan, dialah yang menang. Aku jadi teringat waktu di komplek PT Arun, Lhokseumawe -yang notabene menerapkan aturan lalin Amerika- kendaraan saling berhenti dan memberi jalan pada kendaraan lainnya, saat bertemu di persimpangan tanpa lampu lalin. Ah, betapa sejuknya!

* Serempetan atau tabrakan ringan. Alamat terjadi perang. Kalau tidak perang mulut, ya baku hantam! Di sini juga berlaku hukum rimba. Saya jadi tersentak membaca reply-an Mbak Tika, bahwa di Melbourne sana, pengemudi kendaraan yang serempetan akan saling berucap: sorry! Urusan selanjutnya, diselesaikan secara damai.

* Dan banyak lagi.

Jadi, kita itu bangsa ramah-ramah, atau bangsa marah-marah?  

**Tulisan ini murni otokritik buat diri penulis sendiri.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help