Tian's posts with tag: banjir
Posted by Tian on Feb 8, '07 10:32 PM for everyone Link: http://www.gatra.com/2007-02-08/artikel.php?id=101956 Upaya penanggulangan banjir Jakarta hampir seusia sejarah kota itu sendiri. Dari zaman ke zaman frekuensi kedatangannya semakin kerap. Pada zaman kolonial Belanda frekuensinya pada kisaran 20 tahun, berikutnya menjadi per 10 tahun, dan kini lima tahunan. Perilaku ini tak lepas dari perubahan iklim global dan tata lingkungan Jakarta serta daerah-daerah penyangga di sebelah selatan. Kemudian dikeluarkan Master Plan 1973 berupa rencana pembuatan saluran kolektor di sebelah timur atau Banjir Kanal Timur (BKT). Saluran BKT rencananya dibangun memotong Sungai Cipinang, Sunter, Buaran, dan Cakung. Seluruh aliran empat sungai itu akan ditampung di BKT, untuk kemudian dibuang ke ke laut melalui daerah Marunda. Proyek Banjir Kanal Timur mesti didukung penataan daerah hulu dan ketersediaan daerah resapan. Namun rencana itu pun tinggal sebagai wacana. Rencana pembangunan Bendung Depok, misalnya, bukannya terlaksana. Walau sudah dilakukan studi kelayakan, kini yang terjadi, di atas rencana areal bendungan itu terhampar perumahan elite. [Laporan Utama, Gatra Nomor 13 Beredar Kamis, 8 Februari 2007] Re-touch poster karya Gaus Surachman, diambil dari Filmnya Kevin Costner akan dibuat sequelnya di Jakarta
Posted by Tian on Feb 8, '07 1:49 AM for everyone |  | Jembatan Gantung Condet, yang berada di atas Kali Ciliwung, selama puluhan tahun jadi andalan warga (pejalan kaki dan pengendara motor/ojek), dari Condet ke Pasar Minggu atau sebaliknya.
Sabtu (3/2), keperkasaan air bah, ditambah gunungan sampah yang menyertainya, menghantam jembatan kebanggaan warga Condet itu, mengakibatkan patah di bagian tengahnya.
Putusnya jembatan ini menutup akses Pasar Minggu menuju Condet, Jakarta Timur atau sebaliknya.Warga terpaksa memilih jalan alternatif yang jaraknya cukup jauh. Mereka harus memutar melalui Jalan TB Simatupang atau Kalibata.
Tapi ada sebagian warga (laki dan perempuan) yang nekad melewati jembatan yang sudah rusak itu. Padahal di bawahnya, kali Ciliwung yang sedang meluap siap menelannya. Belum diketahui, kapan jembatan yang pernah rusak ditabrak banjir pada 1996 itu, akan diperbaiki. Warga sangat mengharapkan tindakan pemerintah, karena aktivitas mereka terganggu.
(Foto-foto: Kompas Cyber Media dan Liputan 6 SCTV) |
Posted by Tian on Feb 7, '07 7:45 AM for everyone Link: http://www.gatra.com/artikel.php?id=101957 Para pengendara sepeda motor yang melintas Jl KH Abdullah Syafi`i menuju ke Jalan Casablanca, tepatnya setelah Jembatan Ciliwung Kampung Melayu, sebaiknya berhati-hati dengan lumpur sisa banjir yang tebal dan licin. Sebab berdasarkan pemantauan Gatra.com, Rabu pagi (6/2), puluhan pengendara sepeda motor terjatuh akibat licinnya jalanan. Berita lengkapFoto: satu motor jatuh, korban jalan licin (Gatra.com/Edo)
Posted by Tian on Feb 7, '07 2:43 AM for everyone |  | Ini situasi Kelapa Gading tadi pagi (Rabu, 7/2), hasil jepretan Sapto, temenku dari Sekretariat Redaksi. Dia jadi rajin nitip foto-fotonya buat diposting di MP-ku.
Foto-foto: © 2007 Sapto |
Posted by Tian on Feb 5, '07 11:14 PM for everyone |  | Banjir di Mangga Dua, Jakarta Utara. Hasil jepretan Sapto, seorang teman di bagian Sekretariat Redaksi, waktu berangkat ke kantor, Selasa pagi (6/1). Kata Sapto, sebelumnya (dinihari), ketinggian air di sana sampai pinggang. Kini menyurut. (Foto-foto © 2007 Sapto)
|
Posted by Tian on Feb 2, '07 6:48 AM for everyone Banjir memaksa koran Media Indonesia tidak terbit besok.
Banjir dari Kali Pesanggrahan di wilayah Kedoya, Jakarta Barat, mengakibatkan tergenangnya percetakan harian Media Indonesia. Akibatnya, harian di bawah Media Group itu besok (Sabtu, 3/2) tidak terbit.
Tayangan Metro TV, yang tetap siaran, kendati studionya tergenang banjir, memperlihatkan, bagaimana kertas-kertas koran dalam gulungan besar, rusak terendam air. Juga mesin cetaknya yang terendam air setinggi setengah meter.
* * *
Kondisi darurat terbit ini dialami harian Berita Yudha, waktu aku bekerja di sana, 10 tahun lalu. Bedanya, waktu itu bukan karena banjir, tapi akibat mati listrik se-Jawa-Bali, yang dipicu rusaknya PLTU Suralaya, Banten.
Tapi matinya listrik selama lebih dari 12 jam itu tak membuat Berita Yudha batal terbit, sebagaimana Media Indonesia. Melainkan terbit hanya 8 halaman (dari biasanya 12 halaman). Delapan halaman artinya, hanya dua lembar koran. Berita-berita yang termuat pun hanya beberapa gelintir.
Posted by Tian on Feb 2, '07 2:00 AM for everyone Jum'atan pun berbanjir-banjir dulu.
Waktu menunjukkan pukul 11.45 wib. Tapi orang-orang di kantorku, termasuk aku, belum juga berangkat jum'atan ke masjid. Pasalnya, hujan masih deras, dan genangan air (banjir) di jalan depan hingga halaman kantor, belum juga surut.
Akhirnya pendapat terbagi dua. Sebagian mendukung jum'atan diganti shalat dzuhur, sebagian lagi tetap jum'atan, dengan menempuh hujan dan genangan banjir.
Aku ikut yang pergi ke masjid, meski harus menyingsingkan celana panjangku. Ternyata, lumayan, air sampai lutut. Jadi, dengan memegangi lipatan celana panjang hingga di atas lutut, selamatlah celana panjangku dari jilatan air kecoklatan yang dingin itu.
Di masjid, jamaah jauh berkurang dari biasanya. Ditaksir, tinggal sekitar 3/4 dari kapasitas masjid. Maklum, banjir di mana-mana. Mungkin banyak orang yang mengalami halangan di jalan.
* * *
Berbanjir-banjir ini, mengingatkanku ke masa puluhan tahun silam. Waktu itu, aku masih duduk di sebuah SD negeri di Majalaya, Kabupaten Bandung. Meski SD-ku favorit untuk ukuran kotaku, SD-ku itu langganan kebanjiran.
Maklum, lokasinya persis di pinggir sungai selebar 10 meter. Sungai yang terus mengalami pendangkalan oleh lumpur dan sampah-sampah itu pun rajin mengirimkan sebagian debit airnya ke halaman, bahkan kelas-kelas di sekolahku.
Acara rutin jam belajar di waktu banjir pun berganti jadi bersih-bersih. Memindahkan air dari kelas ke luar, dan mengepel lantai.
Nah, banjir tadi siang di kantorku sudah mencapai tangga pertama menuju lobi. Pos Satpam pun sudah terendam lantainya. Syukurlah, menjelang sore ini banjir mulai surut. Jadinya, kalau pulang nanti, kendaraan bisa lewat dengan aman meninggalkan kantor.
Posted by Tian on Feb 2, '07 1:49 AM for everyone
Posted by Tian on Feb 1, '07 11:02 PM for everyone Link: http://ardanti.multiply.com/journal/item/53?mark_read=ardanti:journal:...Keluarga Dinar, terdiri dari suami, anak, dan orangtuanya, memerlukan bantuan Anda yang punya akses mendatangkan perahu karet, ke Komplek IKPN Jakarta Selatan Blok F No. 8 (belakang SDN Bintaro 05 Pagi). Rumahnya, Jum'at pukul 10.40 WIB, terendam banjir hingga nyaris menenggelamkan lantai 1 (tinggi air menyisakan dua anak tangga menuju lantai dua).
| |