Pernahkah Anda ketemu montir/mekanik bengkel yang gagap? Tentu kesel dong. Gagap yang kumaksud, bukanlah cara ngomongnya yang tergagap-gagap, karena yang dituntut dari seorang pebengkel, bukanlah ucapan, melainkan tindakan/keterampilan ngebengkelnya.
Ada dua pebengkel gagap belakangan ini, yang bikin kesel.
Pertama, bengkel sepeda. Membongkar roda sepeda belakang ontelku saja sudah tergagap-gagap. Apalagi saat memasangnya kembali. Benar saja. Pas sepeda itu kunaiki dan sampai di rumah, ternyata memasang as rodanya, selain tidak simetris (berbeda antara kiri dan kanan), juga bagian gir (free wheel)-nya mengenai tutup rantai. Jadinya, sepeda bunyi konser, saat dikayuh.
Kegagapan lainnya, saat aku menanyakan apakah dia menjual gir belakang 22 (maksudnya, bermata 22 buah), dia malah bengong, dan menyodorkan gir lainnya (2 buah). Padahal, gir yang dia sodorkan itu bermata 18. *dia nggak ngerti barang yang dijualnya*
Kedua, bengkel motor. Waktu diorder pekerjaan sangat sederhana, yakni memasang pijakan tambahan (footstep) di baut shockbreaker belakang, dia tergagap-gagap. Sekitar 15 menit ia tak juga berhasil memasukkan baut shock, setelah dipasangi pijakan tambahan itu (karena sulit terhalang shockbreaker itu sendiri), padahal sudah dibantu seorang temannya.
Setelah aku tunjukkan cara termudah, yakni mencopot dulu pijakan, mengepas baut, lalu memasangkan kembali pijakan itu setelah lubangnya persis lurus dengan murnya, barulah dia berhasil memasang sepasang pijakan itu. Fiuhhh!
Pelajaran:
* Tak semua pebengkel ahli di bidangnya
* Pemilik kendaraan tentu lebih mengenal kendaraannya sendiri, dibanding bengkel sekali pun 
image: mobilku.com