Tian's posts with tag: bertahan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bertahan
Posted by Tian on Jun 11, '06 11:51 PM for everyone
Link: http://kompas.com/kompas-cetak/0606/12/utama/2727524.htm

Jejak Petualang
Bertahan dengan Koper, Siput, dan Api Unggun


Aryo Wisanggeni

"Wah, semoga kita tidak menyusul nasib Rockefeller," ujar produser Wendy Muhammad Firman dengan tawa ringan saat pecahan ombak memercik ke dalam kabin longboat yang ditumpangi lima kru Jejak Petualang TV7. Empat kru lainnya tertawa mengenang kisah putra jutawan Amerika Serikat itu hilang di tengah belantara hutan Papua.

Meski telah 20 menit dikocok ombak angin selatan laut Aru yang Selasa (6/6) pagi itu kurang bersahabat, rasa cemas belum muncul di benak Wendy dan keempat rekannya. Padahal, saat itu, kabin longboat telah terisi air sebatas betis, dan mereka berlima memakai jaket pelampung. Mereka masih tertawa mendengar celetukan Wendy soal kematian pemuda dari keluarga milioner Rockefeller itu.

Tetapi, sedetik berikutnya tawa itu lenyap. Mesin 40 PK yang menjalankan longboat itu mati terendam air sehingga perahu kayu itu gagal meniti ombak besar yang datang menggulung. Longboat terbalik, lima penumpang bersama tiga awak dan muatan tumpah ke laut.

Di tengah gulungan ombak, produser Jejak Petualang Dody Johanjaya berhasil meraih tubuh Medina Kamil, pembawa acara yang belum genap dua bulan mengawaki program Jejak Petualang. Detik berikutnya, Wendy muncul di belakang Dody dan Medina, dan langsung mencengkeram bahu Dody. "Barang tercecer di mana-mana. Tiba-tiba koper peralatan mengapung di depan saya. Saya meraihnya, dan kami bertiga berpegangan pada koper itu," kata Dody.

Ketiga awak kapal longboat, Lucky, Agus, Yunus, berhasil meraih longboat yang terbalik itu. Juru kamera Bagus Dwi berhasil meraih perahu itu. Juru kamera yang lain, Budi Kurniawan, masih berenang memeriksa barang yang terapung, berusaha mencari kaset rekaman peliputan mereka selama berada di Agats, ibu kota Kabupaten Asmat. Lelah mencari, Budi mendekati Dody, Wendy, Medina.

"Kami berusaha mendekati perahu, tetapi ombak terlalu kencang. Amukan ombak setinggi tiga meter semakin menjauhkan kami dari perahu yang mengapungkan Bagus, Lucky, Agus, dan Yunus," kata Medina.

Satu jam berikutnya, Budi, Dody, Wendy, Medina sudah tidak mengetahui keberadaan Bagus dan ketiga awak longboat. Ombak terus bergulung, membawa mereka tak tentu arah. Waktu terus berlalu, dan kelelahan mulai terasa.

Untuk mengatasi kelelahan, Medina, Budi, dan Wendy bergantian meletakkan badan di atas koper. Setelah sang surya tenggelam, dinginnya air laut mulai menggigit tulang.

Lewat tengah malam, kantuk tak tertahankan lagi. Semua terlelap dengan ayunan lembut ombak. Tapi tiba-tiba, ombak besar menggulung mereka. "Kami semua terbangun dan kaget.

Ombak yang mereda kembali liar menjelang subuh. Selepas subuh bayangan sebuah pulau terlihat saat matahari terbit. "Kami pun berenang mendekati pulau itu," kata Wendy.

Setelah sekitar tiga jam berenang, mereka akhirnya sampai ke daratan. Dengan segenap kelelahannya, keempatnya langsung tidur di pantai yang merupakan bagian dari Pulau Tiga.

Menjelang tengah hari, Budi menemukan sedikit genangan air di sela-sela sebuah pohon tumbang. Dengan botol bekas suplemen vitamin, Budi berusaha menampung air itu. Air dibagi berlima, dengan tutup botol sebagai takarannya.

Malam hari, mereka menyantap siput yang mereka temukan di batang bakau di pulau kecil itu. Cuaca cerah Rabu malam itu menemani istirahat mereka. "Kamis pagi hujan gerimis. Kamis malam, hujan lebat mengguyur kami. Malam itu, kami tidak bisa tidur karena kami harus menaungi api unggun kami dengan terpal yang kebetulan ditemukan Wendy di pulau itu," tutur Budi.

Bivak tidak menyelesaikan masalah. Sabtu pagi, bukan rintik hujan dari langit yang datang, tetapi genangan air pasang yang semakin tinggi. "Sabtu pagi itu, kami memindahkan bara api yang kami punyai ke tempat yang lebih kering. Tetapi air terus naik," kata Budi.

Rabu siang, mereka menatapi air pasang yang merayapi kaki mereka. Hingga deru pesawat terdengar mendekat.

Dody berlari ke arah pantai, diikuti tiga kawannya. Tetapi pesawat menjauh, tanpa sempat melihat mereka. "Tiba-tiba, air terasa bergelombang lebih kuat. Kami awalnya mengira itu ombak. Hingga kami sadar itu adalah air yang terempas laju speedboat. Kami berlari ke arah pantai. Dody, Wendi, saya, diikuti Medina," kata Budi.

Dody sempat terheran-heran, bagaimana speedboat tim SAR Asisten I Pemerintah Kabupaten Agats Sutrisno yang dikawal anggota Kepolisian Sektor Agats dan Komandan Rayon Militer Agats, lengkap dengan tim dokter dari Pemerintah Kabupaten Asmat itu seolah datang tanpa perlu mencari mereka. “Sepertinya mereka memang datang menjemput kami," ujarnya.

Keceriaan meliputi suasana Sabtu sore itu. Kelegaan pun dirasakan tim SAR, mengingat mereka sudah dua hari melakukan pencarian. Beberapa anggota tim SAR meneteskan air mata saat melihat Dody, Wendy, Budi, dan Medina selamat.

Kini, Dody, Wendy, Budi, dan Medina, serta kita semua bersama-sama berdoa untuk keselamatan juru kamera Bagus Dwi, Lucky, Agus, dan Yunus.*

*dari Kompas Cybermedia

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help