Tian's posts with tag: bertanya

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bertanya
Posted by Tian on Jun 26, '06 10:26 PM for everyone

Di sekolah Fay, guru-guru tak pernah melarang atau memerintah secara langsung, melainkan melakukan "tawar-menawar" (bargain) dulu, terutama soal penggunaan waktu.  

Misalnya, saat beristirahat (rehat) sejenak, di antara dua pelajaran -yang biasanya diisi dengan makan snack. Saat menentukan lamanya waktu istirahat, kira-kira guru bertanya pada "teman-teman kecil" (sebutan bagi murid)-nya begini:

"Teman-teman, kita beristirahatnya tiga menit, cukup? Bagaimana?" tawar guru pada teman-teman kecil.

"Sepuluh menit aja Pak!" ujar anak-anak.

"Bagaimana kalau lima menit saja?" guru menurunkan tawarannya.

"Ya boleh. Lima menit!" jawab teman-teman kecil, serempak.

Lalu acara istirahat pun berlangsung. Anak-anak asik dengan makanan ringan yang dibawanya sendiri dari rumah -sambil menyisakan separuh untuk di "piring berbagi", bagi teman-temannya yang kebetulan lupa bawa bekal.

Lima menit untuk ukuran "jam normal" pun berlalu. Karena anak-anak belum menghabiskan makanan ringannya, Pak Guru pun rela menunggu, sambil memberi peringatan, "satu menit, dua menit, dst". Padahal satu menitnya Pak Guru, jauh lebih lama ketimbang satu menit sebenarnya (60 detik).   Yang penting, anak-anak merasa dihargai karena dimintai pendapatnya oleh gurunya.


Posted by Tian on Jun 26, '06 7:18 AM for everyone

Setahuku, guru itu tempat bertanya para muridnya. Tapi di sekolah anakku, gurulah yang sering bertanya, murid-murid menjawabnya.

Setidaknya, itulah yang nampak waktu perjalanan dan selama berada di Kebun Wisata Pasir Mukti.

Misalnya saat dalam perjalanan dengan bus, melewati pasar. Pak Guru bertanya pada murid-muridnya yang masih kelas 1 SD itu:

"Apa beda pasar tradisional dengan pasar swalayan?" tanya Pak Guru.

"Pasar tradisional becek, pasar swalayan tidak," jawab seorang murid.

"Di pasar tradisional banyak lalatnya, di pasar swalayan nggak ada," jawab murid lainnya.

"Di pasar swalayan boleh nawar nggak?" tanya Pak Guru.

"Tidak boleh!" jawab murid serempak.

"Di pasar tradisional?" tanya Pak Guru lagi.

"Boleh!" jawab murid lagi.

Begitulah komunikasi yang terjalin antara guru-murid di sekolah anakku, dan pembelajaran lewat tanya-jawab. Akrab dan egaliter. Malah, panggilan murid sendiri tidak disebut "murid", melainkan "teman-teman kecil". Jadi, guru berperan sebagai teman.

Contoh lainnya. Seorang "teman kecil" (maklum, bagaimanapun anak-anak), berbicara keras-keras, bahkan berteriak-teriak.

"Kalau K (inisial nama "teman kecil" itu) berbicara keras, kedengaran nggak suara yang Pak Guru lagi bicara?" tanya Pak Guru.

"Tidaaak!" jawab "teman-teman kecil".

"Jadi, seharusnya, bicara pelan apa keras-keras?" tanya Pak Guru lagi.

"Pelan-pelaaaan!" jawab "teman-teman kecil" dengan kerasnya. 

Yah, begitulah kira-kira suasananya.

 

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help