Tian's posts with tag: buah

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag buah
Posted by Tian on Jun 24, '08 4:51 AM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Doha Dates --demikian merek yang tertera di bungkusan kurma kemasan 1 kg itu. Rasanya... hmm manis tapi gak terlalu kemanisan. Pas di lidah. Apalagi ini kurma hadiah alias gratisan. Lengkap sudah. Hehehe.

Oleh-oleh dari Mbak Lulu, waktu pelatihan pengurusan jenazah sekaligus kopdar di rumah Uni Inna, di Kotabambu, Slipi, Jakbar.

Terima kasih atas oleh-oleh 2 kg kurmanya, Mbak Lulu. Jazakillah khairan katsiraa. :)
Terima kasih juga buat hidangan masakan padangnya, Uni --apalagi ada petenya. Jadi rindu kampung halaman. ;)

Posted by Tian on Feb 20, '08 1:11 AM for everyone

Pas acara "Harmoni Alam" Trans TV, Wied Harry berpesan, kalau makan duren (durian) jangan banyak-banyak. Cukup tiga biji (ya! tiga potong) duren saja. Itu karena duren sifatnya keras, alkoholik, sehingga mengonsumsi dalam jumlah banyak, tidak baik bagi kesehatan perut.

Zat aromatik yang dihasilkan buah khas tropis ini, masih menurut Wied, bisa menimbulkan bau khas yang cukup tajam.

Bagi penggemar berat durian, bau menusuk ini justru mengundang selera makan (duren). Sebaliknya, "bagi yang tidak suka, bau durian ini akan menimbulkan perasaan pusing, kliyengan, dan perasaan tidak enak," kata Wied, yang mengaku tak suka buah duren ini, seraya memegang piring berisi potongan buah duren yang tampak gurih ini, jauh-jauh.

Ohh, pantas... Wied nggak suka duren toh. Jadinya, dia membatasi berapa banyak orang harus makan duren. Hehehe.   

Bicara soal suka dan nggak suka duren, aku tergolong penyuka duren, meski tak fanatik. Artinya, kalau ada dimakan, kalau nggak ada, nggak nyari-nyari.

Sebaliknya, abangku justru sama sekali tak suka duren. Jangankan memakannya, "mencium baunya aja sudah mau muntah," katanya. 

Tapi untungnya, dia cukup solider sama adiknya. Dia pernah membelikanku duren banyak-banyak, meski dia sendiri tak menyukainya. Jadilah dia penonton, waktu aku menikmati buah yang dalam tayangan "Fear Factor" digolongkan sebagai salah satu tantangan untuk ditaklukkan ini.

Oya, waktu mampir ke Kayutanam, Sumbar --kampung halaman ibuku-- aku sempat disodori duren yang mateng dari pohon. Waktu itu aku ditantang, mau makan berapa buah, tinggal dipetik aja dari pohon.  

image: dobelden.wordpress.com


Posted by Tian on Jan 6, '08 7:56 PM for everyone

Tak lengkap rasanya, kalau pulang dari Subang tak beli Si Madu. Si Madu adalah julukan khusus bagi buah nanas yang dihasilkan daerah ini. Mungkin saking manisnya, nanas yang biasanya berasa kecut (bhs Sunda: haseum) ini, rasanya disamakan dengan madu.

Sepulang dari Ciater, Subang, saya juga beli Si Madu empat buah. Harganya, sepuluh ribu empat (Rp 2.500 per buah), hasil menawar dari sepuluh ribu tiga. Menawarnya pake bahasa Sunda pula.

Sebenarnya itu bisa ditawar lagi hingga sepuluh ribu lima, bahkan enam. Tapi itu tak saya lakukan, karena males tawar-menawar lebih jauh. Maklum, "bapak-bapak". Di sekitar Sasakpanjang sendiri, harga nanas bogor yang ukurannya jauh lebih kecil, Rp 1.000, bahkan  Rp 500 per buah. Tapi itu nanas bogor, bukan Si Madu.

Si Madu terakhirku, sudah dipotong-potong dan siap disantap. Rasanya? Ya manis banget. Tak berlebihan kalau dijuluki Si Madu.    


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help