Pas acara "Harmoni Alam" Trans TV, Wied Harry berpesan, kalau makan duren (durian) jangan banyak-banyak. Cukup tiga biji (ya! tiga potong) duren saja. Itu karena duren sifatnya keras, alkoholik, sehingga mengonsumsi dalam jumlah banyak, tidak baik bagi kesehatan perut.
Zat aromatik yang dihasilkan buah khas tropis ini, masih menurut Wied, bisa menimbulkan bau khas yang cukup tajam.
Bagi penggemar berat durian, bau menusuk ini justru mengundang selera makan (duren). Sebaliknya, "bagi yang tidak suka, bau durian ini akan menimbulkan perasaan pusing, kliyengan, dan perasaan tidak enak," kata Wied, yang mengaku tak suka buah duren ini, seraya memegang piring berisi potongan buah duren yang tampak gurih ini, jauh-jauh.
Ohh, pantas... Wied nggak suka duren toh. Jadinya, dia membatasi berapa banyak orang harus makan duren. Hehehe.
Bicara soal suka dan nggak suka duren, aku tergolong penyuka duren, meski tak fanatik. Artinya, kalau ada dimakan, kalau nggak ada, nggak nyari-nyari.
Sebaliknya, abangku justru sama sekali tak suka duren. Jangankan memakannya, "mencium baunya aja sudah mau muntah," katanya.
Tapi untungnya, dia cukup solider sama adiknya. Dia pernah membelikanku duren banyak-banyak, meski dia sendiri tak menyukainya. Jadilah dia penonton, waktu aku menikmati buah yang dalam tayangan "Fear Factor" digolongkan sebagai salah satu tantangan untuk ditaklukkan ini.
Oya, waktu mampir ke Kayutanam, Sumbar --kampung halaman ibuku-- aku sempat disodori duren yang mateng dari pohon. Waktu itu aku ditantang, mau makan berapa buah, tinggal dipetik aja dari pohon.
image: dobelden.wordpress.com