Penerbit: Qanita Mizan, Bandung
Tahun 2005, 612 halaman, Softcover
Harga Rp 44.500
ISBN: 979-3269-24-4APA yang terjadi pada seorang anak perempuan 9 tahun yang mengalami penculikan, penyiksaan fisik dan mental, termasuk seksual, oleh orang dekatnya? Kemarahan!
Itulah masalah utama yang dihadapi Torey Hayden, pakar psikologi dan guru anak-anak berkebutuhan khusus, saat "menaklukkan" Cassandra, yang memiliki masa lalu yang kelam.
Setelah orangtua Cassandra bercerai, ia ikut ibunya. Sepulang sekolah di sebuah TK, Cassandra diculik ayahnya, dan "hilang bagai ditelan bumi" selama dua tahun. Selama penculikan, Cassandra mengalami berbagai penyiksaan, termasuk secara seksual oleh Paman Beck, sementara ayahnya "melayang" dalam pengaruh obat-obatan. Dua tahun kemudian, Cassandra ditemukan menggelandang di sebuah kota, saat mengais-ngais tempat sampah.
Torey Hayden mendapat tugas menangani Cassandra, yang didiagnosa mengalami delusi, kepribadian ganda, sehingga sifatnya, selain hiperaktif, juga temperamental, tidak fokus, dan suka menghasut. Mampukah Torey mengantar Cassandra menjadi seperti anak normal lainnya?
Buku berjudul asli
Twilight Children ini merupakan cerita dari pengalaman Torey selama bertugas di sebuah rumah sakit di kotanya, di Amerika Serikat, lebih dari satu dasawarsa lalu.
Selain mengisahkan Cassandra dengan segala problematikanya, dalam buku sama, Torey juga mengalami kejadian mengharukan saat menangani Drake Sloane, seorang bocah 4 tahun yang dirawat di rumah sakit dengan dugaan "kebisuan yang disengaja" (
elective mutism), dan hanya bicara pada ibunya. Padahal, di balik itu ada masalah besar di keluarganya.
Selain menangani anak, Torey dengan senang hati memenuhi permintaan seorang pekerja sosial, untuk menangani Gerda, nenek 82 tahun yang diduga mengalami
elective mutism, setelah terserang stroke, mengalami depresi, sulit bicara, dan memiliki beban persoalan keluarga yang berat.
Selain Cassandra, Torey -yang pernah ke Jakarta atas undangan Mizan dan Depdiknas- juga banyak menulis buku, antara lain,
Sheila, serta buku-bukunya yang lain yang jadi
best-seller. Kini, Torey tetap menulis dan tinggal di North Wales, Britania Raya, bersama putrinya, Sheena.
Anda yang meminati masalah psikologi dan anak berkebutuhan khusus, tak ada salahnya mencoba membaca karya-karya Torey.
Foto cover:
Qanita Mizan