Terkadang bukan orang lain aja yang suka error, tapi aku sendiri. Contohnya pagi ini. 
Ceritanya, saat dalam perjalanan menuju kantor (arah Depok-Ps Minggu), setelah lepas dari kemacetan Stasiun Lenteng Agung, Tornieku jumpa sejawat yang lama ditaksirnya: CBR150R.
Kuda besi 4 tak keluaran pabrikan Honda warna dominan merah itu berpenampilan ramping dan mungil seperti jenis bebek (padahal jenis sport dengan ciri khas tangki di dekat setang), dan sangat sporty (dengan fairing balapnya), dan pasti jago "lari".
Tiba-tiba spontan aja Tornieku -yang setiap hari "berjalan kaki"- ingin sedikit "berolah raga lari". Saat kuda besi rakitan Thailand yang ditunggangi secara berboncengan itu membetot gasnya, Tornieku pun ikut-ikutan betot gas di belakangnya. Maklum, biarpun ber-cc 100 (CBR = 150 cc), tungganganku jenis 2 tak dan dalam kondisi fit-fitnya. Langsung saja dia melesat mengekor si CBR itu.
Di tengah lalulintas ramai-lancar, si Tornie 1995 yang mesinnya standar itu terus mengekor CBR -diperkirakan keluaran 2006- yang terus ngacir (jadi serasa pengalaman semalam, waktu perjalanan pulang, Tornieku mengekor konvoi kendaraan Brimob yang baru melakukan pengamanan di gedung DPR -yang melesat di tengah kemacetan jalan Lenteng Agung).
Sampai menjelang jalan baru yang menyusuri rel KA dekat kampus IISIP, si CBR sedikit terhambat mobil sedan, dan Tornieku pun dengan sukses melampauinya. Ahhhh legaaaaa! Ternyata CBR150R tak terlalu istimewa dalam berlari. (Setelah itu, di jalan baru yang lebar dan lengang, aku biarkan saja si CBR ngibrit, kali ini dikejar King biru yang tampaknya penasaran juga).
*Astaghfirullah! Pagi itu aku memang lagi error. Nggak usah ditiru ya? 
Foto: Kiri > Honda CBR150R, Kanan > Suzuki Tornado GX100