Awal Ramadhan, Sekolah Fay menitipkan satu "daftar checking" berkaitan dengan aktivitas siswanya sebulan penuh kepada setiap orangtua. Fay juga kebagian.
Daftar itu, antara lain, mengecek, apakah anak melakukan sahur, shalat 5 waktu (dirinci satu per satu), shalat tarawih, buka bersama (artinya, kalau buka bersama di waktu maghrib, puasanya sehari penuh), dan mengaji Al Qur'an. Yang dilakukan diberi tanda V, yang tidak, diberi tanda X.
Prakteknya, daftar checking Fay banyak "bolong-bolong" alias tak konsisten dilakukan. Malah, yang tak pernah sama sekali, ya buka bersama (X). Karena waktu kami –ortu—buka puasa, Fay sudah berbuka jauh sebelumnya. Tapi kalau shalat 5 waktu, alhamdulillah. Fay suka diajak shalat berjamaah (V).
Juga saat makan sahur, Fay sudah bisa bangun jam 3 pagi, lalu ikut makan sahur bersama. Tapi di lain waktu, Fay memang bangun dan duduk di kursi –menghadapi sepiring nasi, tapi matanya tetep merem dan lengket, saking ngantuknya. Ya sudah, Fay pun tidur kembali. Memang dia belum ngerti apa itu puasa.
Soal puasa, Fay biasanya buka jam 12 siang, di sekolah. Memang, rata-rata anak-anak kelas 2, bukanya jam 12. Mereka dari rumah masing-masing, sudah membawa air minum plus makanan ringan. Ada sih, satu-dua anak yang tahan berpuasa seharian.
Soal puasa ½ hari ini, aku sempat menguping pembicaraan dua teman Fay di kelas.
A: “Eh, kamu puasa nggak?”
D: “Puasa dong, setengah hari. Entar jam 12 buka.”
A: “Aku juga. Bukanya jam 12 juga. Tapi, kalau habis buka, terus puasa lagi. Kamu biar kuat puasa lagi sampai magrib, udah tidur aja terus sampe magrib, pasti nggak kerasa lapar!
*Hehehe. Dasar, anak-anak!*