Beberapa minggu belakangan ini, seiring dengan musim penghujan, udara di lingkungan rumahku semakin dingin saja. Sebelumnya, udaranya sejuk (Bogor gitu loh). Tidur tanpa selimut, rasanya tak bisa nyenyak. Apalagi menjelang dinihari, hujan pula, badan rasanya ingin ditekuk sedalam-dalamnya. Mandi di pagi hari pun, pake acara menggigil segala. Jadi teringat sewaktu masa kecil di Bandung dulu.
Bukan hanya di rumah, tapi juga di kantor. Nah, yang ini bukan karena dingin alami, karena kantorku di Jakarta. Penyebabnya, corong AC sentral yang baru dipasang, dua meter di samping atas mejaku. Saking besarnya hembusan angin dingin artifisial (buatan) itu, sampe kantong kresek yang ditaruh di atas meja, bisa bergerak tertiup angin. Jadinya, sekarang aku bekerja sambil jaketan.
Temanku satu tim kerja (yang pernah 11 tahun di Amrik) sampe berkomentar. Ini sih bukan dingin musim salju, tapi dinginnya make me sick! [Aku tambahkan, make me mad!]
Tapi ini awal dari kabar baik loh.
Sebentar lagi kantorku bakal dibagi dua, diberi penyekat "tembok berlin". Satu bagian buat perokok, bagian lainnya buat non-perokok. Ternyata, temanku yang perokok (tapi masih ringan), memilih bakal bergabung di ruangan non-perokok. Katanya, tidak nyaman bekerja dengan asap rokok. Loh, baru tau ya, kalau asap rokok itu bikin tak nyaman?
Kembali ke udara dingin alami tadi. Apa ini karena pemanasan global (di bagian kutub), dan pendinginan lokal di kota Bogor dan sekitarnya? Entahlah! 
image: gwinnettforum.com