Tian's posts with tag: dangdut

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag dangdut
Posted by Tian on Aug 26, '06 11:33 AM for everyone

Otakku, dan otak kami, penghuni SPP J4/20 --dan mungkin tetangga lainnya-- sepertinya sudah jenuh oleh cekokan musik dangdut live yang dimainkan hampir setiap malam. Entry lagu, mulai dari "SMS" hingga lagu lawas "Colak-Colek", mengantri masuk memori kami. 

Kalau itu terjadi sekali-kali, it's oke. Ini hampir terjadi setiap malam, saat warga kampung berpesta! (nikahan, khitanan, bahkan lahiran). Sampai muncul julukan bagi warga sekitar kami, dari kalangan mereka sendiri: "biar tekor, asal sohor" {maksudnya, biar keuangan cekak bahkan tandas alias bangkrut, yang penting terkenal}.     

Memprihatinkan, memang --tentu saja bagi yang memaksakan. Kalau memaksakan soal keuangan untuk hajatan (bayangkan saja untuk menggelar hajatan yang nilainya bisa belasan, bahkan puluhan juta rupiah, orang bisa menjual harta bendanya) --yang merugikan diri mereka sendiri.

Juga memaksakan kehendak. Betapa tidak, musik dangdut, dengan kekuatan sistem tata suara (sound system) hingga ribuan watt itu, suaranya tak main-main: memekakkan telinga yang mendengarnya. Termasuk para tetangga yang tak menyukai pertunjukan semacam itu (oh, sengsaranya). Apalagi dikumandangkan malam hari yang sepi, hingga dinihari! (sekitar pukul 2 pagi). Minta izin tetangga? Sepertinya kami belum pernah sekali pun mendengar ada orang mau hajatan minta izin, sekaligus mohon permakluman, kalau lingkungannya akan kena berisik musik dangdut, atau apa pun namanya itu.

Tentu bisa Anda bayangkan, otak yang saatnya beristirahat, dipaksa berbagi dengan suara berisik dari musik dangdut kelas kampung itu. Apalagi anak-anak, kasihan yang harus bangun dan bersiap di awal hari, untuk segera berangkat sekolah.

Tapi, itulah kenyataannya. Sekian curhat dari kami.   


Posted by Tian on Aug 24, '06 10:23 PM for everyone

Siapa sih yang tak kenal lagu “SMS”? Lagu dangdut yang lagi ngetop itu sering kita dengar di televisi, radio, bahkan di ringtone HP.

 

Iramanya pun beragam, mulai dangdut, dangdut-rock, dangdut-pop, bahkan dangdut-tarling (khas Pantura Jawa).

 

Penggubah lagu yang bernuansa perselingkuhan lewat SMS itu, Yanto Sari, bukanlah seorang pencipta lagu, melainkan seorang arranger musik. Menurut pengakuannya, kepada “Good Morning” Trans TV (25/8), lagu itu tercipta berdasarkan pengalaman pribadinya.

 

Tentu saja Yanto, kini tinggal memanen hasilnya. Meledaknya “SMS”, yang menempati tangga teratas lagu-lagu dangdut di radio-radio siaran, dan juga produksi kaset/CD-nya, membuat pria Minang itu tersenyum lebar.

 

Bahkan, beredar versi jawaban lagu “SMS” yang dinyanyikan penyanyi pria.

 

Pertanyaannya, siapakah penyanyi pertama lagu “SMS” yang fenomenal itu?

 

Dia adalah Ria Amelia, seorang penyanyi asal Minang, yang suaranya direkam pertama kali di Minang Record, Bukittingi, Sumatera Barat, pada 2005. Dan aslinya, dalam Bahasa Minang!

 

Karena dirasa pemasarannya tersendat, maka dibuatlah versi Bahasa Indonesia, lalu… MELEDAK!

Info:

* Ria Amelia baru saja melahirkan anak pertamanya.

* Produser kaset lagu itu, Yusril, kebetulan mertua Ria sendiri. Menurut Yusril, pada 2005, lagu "SMS" ini sudah "menggoyang" Pulau Sumatera. Tak berlebihan memang.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help