Sabtu sore, janjian ketemuan di Jalan Rasamala dengan Shanti dkk. Ba'da
ashar dari Penggilingan (sekitar 40 km utara Depok), kami bertiga
(dengan Fay dan ibunya), naik motor, menyusuri rute macet
Kalimalang-Cawang-Condet-LA-Depok 2 (yang jalannya luar biasa rusak dan
berdebu).
Setelah ketemu Jalan Rasamala, setelah pasar yang sangat macet,
menjelang maghrib, kami tanya orang warung, karena tak menemunkan nomor
rumah Mbak Helvy (169). Orang-orang di sana malah memberikan
keterangan yang makin bikin bingung saja.
Akhirnya aku kontak Shanti/Alan, yang ternyata sudah berada di rumah
kembali. Aku jelaskan, sekarang sedang di jalan Rasamala. Tapi
ciri-ciri yang digambarkan Alan, sepertinya nggak nyambung dengan rute
yang tadi dilalui.
Ternyata setelah aku jelaskan bahwa tadi lewat pasar Depok 2 yang macet itu, Alan malah terheran-heran. "Depok 2??"
"Ini masuknya dari Jalan Nusantara, Mas!" seru Alan sambil ketawa, dari seberang sana.
Astaghfirullah, ternyata kami salah lokasi. Jadi, Mbak Helvy bukan
tinggal di Jalan Rasamala Depok 2 (Depok Lama), melainkan Depok 1
(Depok Baru).
Tapi hari sudah hampir maghrib, tuan rumah pun diperkirakan sudah
kecapaian menerima tamu, begitu pula kami, kalau harus kembali ke Jalan
Nusantara.
Maafkan kami, Mbak Helvy, Mas Tomi, dan keluarga. Kami sore kemarin
nggak jadi datang ke acara aqiqahan Nadya Paramitha, karena tak
konfirmasi dulu tentang lokasi sebenarnya.
Sejak dari kantor (Jum'at), aku sudah survey di Peta Jakarta, di mana
Jalan Rasamala itu. Ternyata, berada di Depok Lama, dekat pasar, yang
diiyakan seorang teman di perpustakaan. Malah dia sampai memberikan
gambaran detail mengenai akses jalannya.
Rupanya, di Depok ada dua Jalan Rasamala ya?
(Coba kalau konfirmasi dulu sama tuan rumah, atau teman-teman yang mau
ke sana. Lain kali, harus cek dan ricek lagi). Hehehe.

Insya Allah, di lain waktu, mudah-mudahan kami bisa main ke rumah keluarga Mas Tomi.
*Akhirnya, kami mampir di Detos, sekalian menghibur Fay.